Search
Close this search box.

Pelatihan Foresight Bersama Direktorat Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas

Nalar Institute berkesempatan menjadi fasilitator dalam pelatihan penerapan metodologi foresight yang diselenggarakan oleh Direktorat Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas. Pelatihan ini dilaksanakan di Bogor pada tanggal 19-22 Februari 2023 dan dihadiri sebanyak 36 peserta dari internal direktorat.

Tujuan dari pelatihan ini adalah membantu peserta menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang akan menggunakan metodologi foresight.

Mengapa Foresight?

Merancang masa depan untuk lima hingga 20 tahun mendatang dengan kondisi ketidakpastian yang tinggi, bukanlah hal mudah. Maka dari itu diperlukan metode yang sistematis dan ilmiah. Foresight dikenal sebagai salah satu metodologi terbaik dalam merancang masa depan dengan tahapan yang sistematis. Metodologi foresight menjadi tools utama bagi para pembuat kebijakan dalam melihat segala potensi yang terjadi di masa kini hingga waktu yang akan datang. Hasil foresight dapat menjadi pondasi untuk membentuk masa depan. Dalam konteks menyusun rencana pembangunan, metodologi foresight tidak hanya membayangkan masa depan, tetapi juga untuk membentuk masa depan dengan meningkatkan proses pengambilan keputusan.

Proses Pelatihan

Pelatihan metodologi foresight bersama Direktorat Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas menggunakan model simulasi dengan data aktual di lapangan. Empat fasilitator dari Nalar Institute membimbing para peserta sepanjang pelatihan berlangsung. Pelatihan berlangsung selama empat hari dan terbagi menjadi tujuh sesi. Masing-masing sesi dipandu oleh seorang lead facilitator dan satu co-facilitator dari Nalar Institute.

Hari pertama, Yanuar Nugroho selaku senior advisor dari Nalar Institute memaparkan sekilas mengenai pengantar metodologi foresight. Setelah sesi pengantar, pelatihan dilanjutkan dengan sesi pemaparan konsep horizon scanning dan tahapan events dan trends.

Hari kedua dilanjutkan dengan pemaparan konsep horizon scanning tahap discontinuities, weak signals, dan wild cards. Setelah horizon scanning, tahap selanjutnya adalah penentuan drivers.

Setelah tahap horizon scanning dan penentuan drivers, pada hari ketiga para peserta diberikan pemaparan tahap lanjutan dari metodologi foresight yakni, scenario planning dan roadmapping. Tahap scenario planning dan roadmapping menuntut peserta untuk memikirkan dan merancang berbagai tujuan di masa depan, peta jalan, serta mempersiapkan rencana antisipasinya apabila ada suatu hal yang terjadi di luar kendali.

Selain pemaparan konsep, peserta juga mengikuti sesi praktikum pada setiap tahapan foresight, mulai dari horizon scanning hingga roadmapping. Sesi praktikum berlangsung dengan interaktif

karena peserta memahami isu sektor yang ditangani. Selain itu, kasus yang dipilih adalah kasus yang dekat dan aktual, seperti tata kelola hukum dan regulasinya yang masih harus perlu dibenahi yang berdampak pada perlindungan hukum atas kebebasan sipil dan berekspresi masyarakat.

Tahap Akhir dan Refleksi

Agenda hari terakhir adalah sesi penajaman dan refleksi. Para peserta memaparkan hasil roadmapping yang sudah dirancang bersama. Selanjutnya, Yanuar Nugroho memandu peserta untuk melakukan penajaman hasil simulasi rancangan RPJMN 2024-2029 dan RPJPN 2025-2045. Terakhir, fasilitator dan peserta melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan.

Pelatihan Offline

Anda tertarik melakukan pelatihan foresighT bersama nalar institute?