Search
Close this search box.

Pelatihan Foresight Bersama Direktorat Politik dan Komunikasi Kementerian PPN/Bappenas

Nalar Institute berkesempatan menjadi fasilitator dalam pelatihan penerapan metodologi foresight yang diselenggarakan oleh Direktorat Politik dan Komunikasi Kementerian PPN/Bappenas. Pelatihan ini dilaksanakan di Depok pada tanggal 24-27 Januari 2023 dan dihadiri sebanyak 29 peserta dari internal direktorat.

Pelatihan ini diharapkan dapat membantu peserta menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang akan menggunakan metodologi foresight.

Mengapa Foresight?

Merancang masa depan untuk lima hingga 20 tahun mendatang dengan kondisi ketidakpastian yang tinggi, bukanlah hal mudah. Maka dari itu diperlukan metode yang sistematis dan ilmiah. Foresight dikenal sebagai salah satu metodologi terbaik dalam merancang masa depan dengan tahapan yang sistematis. Metodologi foresight menjadi tools utama bagi para pembuat kebijakan dalam melihat segala potensi yang terjadi di masa kini hingga waktu yang akan datang. Hasil foresight dapat menjadi pondasi untuk membentuk masa depan.

Proses Pelatihan

Pelatihan metodologi foresight bersama Direktorat Politik dan Komunikasi Kementerian PPN/Bappenas menggunakan model simulasi dengan data aktual di lapangan. Empat fasilitator dari Nalar Institute membimbing para peserta selama pelatihan berlangsung. Pelatihan berlangsung selama empat hari dan terbagi menjadi tujuh sesi. Masing-masing sesi dipandu oleh seorang lead facilitator dan co-facilitator Nalar Institute.

Pada hari pertama, Yanuar Nugroho selaku senior advisor dari Nalar Institute memaparkan pengantar metodologi foresight. Setelah sesi pengantar, dilanjutkan sesi pemaparan konsep horizon scanning dan tahapan events dan trends.

Hari kedua dilanjutkan dengan pemaparan konsep horizon scanning tahap discontinuities, weak signals, dan wild cards. Setelah horizon scanning, tahap selanjutnya adalah penentuan drivers.

Pada hari ketiga, peserta diberikan pemaparan tahap lanjutan dari metodologi foresight yakni, scenario planning dan roadmapping. Tahap scenario planning dan roadmapping menuntut peserta untuk memikirkan dan merancang berbagai tujuan di masa depan, peta jalan, serta mempersiapkan rencana antisipasinya apabila ada suatu hal yang terjadi di luar kendali.

Peserta juga mengikuti sesi praktikum pada setiap tahapan foresight, mulai dari horizon scanning hingga roadmapping. Sesi praktikum berlangsung dengan interaktif karena peserta memahami isu sektor yang ditangani. Selain itu, kasus yang dipilih adalah kasus yang dekat dan aktual, seperti persoalan ujaran kebencian dan kabar bohong (hoax) di media sosial yang konsisten terjadi sepanjang tahun.

Tahap Akhir dan Refleksi

Agenda hari terakhir adalah sesi penajaman dan refleksi. Para peserta memaparkan hasil roadmapping yang sudah dirancang bersama. Selanjutnya, Yanuar Nugroho memandu peserta untuk melakukan penajaman hasil simulasi rancangan RPJMN 2024-2029 dan RPJPN 2025-2045. Terakhir, fasilitator dan peserta melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan.

Pelatihan Offline

Anda tertarik melakukan pelatihan foresighT bersama nalar institute?